
Invalid Date
Dilihat 1 kali

Keanekaragaman Jenis Burung di Pantai Equator Siweli sebagai Data Pendukung Wisata Bird Watching
Mengenal Keanekaragaman Burung di Pantai Equator Siweli
Pantai Equator yang berada di Desa Siweli, Kecamatan Balaesang, Kabupaten Donggala, tidak hanya memiliki daya tarik berupa kawasan pesisir dan pemandangan alam, tetapi juga menyimpan potensi keanekaragaman hayati yang menarik untuk dikenalkan kepada pengunjung.Salah satu potensi tersebut adalah keberadaan berbagai jenis burung yang dapat dijumpai di sekitar kawasan Pantai Equator. Burung menjadi bagian penting dari ekosistem karena memiliki peran dalam menjaga keseimbangan lingkungan, termasuk sebagai pemakan serangga, penyebar biji, maupun penyerbuk.
Melalui kegiatan Identifikasi dan Publikasi Keanekaragaman Jenis Burung sebagai Data Pendukung Pengembangan Wisata Bird Watching di Desa Siweli, dilakukan pengamatan burung di kawasan Pantai Equator Siweli pada pagi dan sore hari selama dua hari. Kegiatan dilakukan dengan mengamati keberadaan burung serta mendokumentasikan jenis yang berhasil ditemukan. Berdasarkan hasil pengamatan, ditemukan beberapa jenis burung yang dapat dijumpai di kawasan Pantai Equator Siweli, yaitu kekep babi, cekakak sungai, gagak, cangak merah, burung-madu sriganti, dan kacamata laut.
Jenis Burung yang Ditemukan di Pantai Equator
1. Kekep Babi (Artamus leucorynchus)
Kekep babi merupakan burung berukuran sedang dengan warna tubuh abu-abu dan putih. Bagian bawah tubuh dan tunggirnya berwarna putih, sedangkan bagian atas tubuhnya berwarna abu-abu gelap. Burung ini memiliki bentuk tubuh yang sekilas menyerupai burung layang-layang dan dikenal aktif menangkap serangga di udara. Burung ini aktif mencari makanan dengan terbang dan menyambar serangga yang berada sekitar 2–3 meter di atas vegetasi. Setelah memperoleh makanan, kekep babi biasanya bertengger pada ranting yang tidak berdaun. Posisi tersebut membantu burung mengamati area di sekitarnya dengan lebih leluasa untuk menemukan serangga terbang yang menjadi sumber pakannya.
2. Cekakak Sungai (Todiramphus chloris)
Cekakak sungai merupakan burung yang memiliki paruh kuat dan dikenal sebagai burung yang sering berada di sekitar kawasan perairan. Kehadiran jenis ini di kawasan Pantai Equator menunjukkan bahwa lingkungan pesisir dapat menyediakan habitat dan sumber makanan bagi burung. Cekakak sungai menjadi salah satu jenis yang menarik untuk diamati karena bentuk tubuh, warna, serta perilakunya yang khas.
3. Cangak Merah (Ardea purpurea)
Cangak merah merupakan salah satu jenis burung air berukuran besar. Burung ini memiliki leher dan kaki yang panjang serta biasanya mencari makanan di sekitar kawasan perairan. Burung ini memiliki warna tubuh dominan cokelat kemerahan dan abu-abu. Ciri khasnya terlihat pada bagian leher yang berwarna merah karat dengan garis hitam memanjang, sementara punggung dan penutup sayapnya berwarna abu-abu serta bulu terbang berwarna hitam. Cangak merah memiliki iris berwarna kuning, paruh cokelat, dan kaki berwarna cokelat kemerahan. Sebagai burung pemangsa, cangak merah memanfaatkan berbagai jenis hewan sebagai sumber makanan, seperti ikan, katak, reptil, larva serangga, dan krustasea.
4. Madu Sriganti
Burung-madu sriganti merupakan burung berukuran kecil yang sering ditemukan pada kawasan yang memiliki tumbuhan berbunga. Burung ini memanfaatkan nektar sebagai salah satu sumber makanannya. Burung-madu sriganti merupakan jenis burung yang memiliki kemampuan beradaptasi cukup baik terhadap berbagai kondisi lingkungan. Keberadaannya relatif tidak banyak dipengaruhi oleh aktivitas manusia, struktur vegetasi, maupun kondisi seperti intensitas cahaya, suhu, dan kelembapan. Faktor yang lebih berpengaruh terhadap keberadaan burung ini adalah ketersediaan sumber makanan serta kebutuhan hidup lainnya di habitatnya.
5. Kacamata Laut (Zopterops chloris)
Kacamata laut (Zosterops chloris) merupakan burung berukuran kecil dengan panjang tubuh sekitar 11–12 cm. Burung ini memiliki ciri khas berupa lingkaran putih di sekitar mata, bagian tubuh atas berwarna hijau kekuningan, serta bagian bawah tubuh berwarna kuning. Paruhnya berwarna gelap dan kakinya berwarna abu-abu. Kacamata laut umumnya dijumpai pada kawasan terbuka di sekitar pantai, hutan pantai, mangrove, semak, serta pepohonan di lingkungan sekitar. Burung ini aktif bergerak dari satu pohon atau semak ke tempat lainnya dan sering terlihat dalam kelompok kecil. Makanannya berupa buah, serangga, dan nektar
Hasil pengamatan menunjukkan bahwa kawasan Pantai Equator Siweli memiliki keberadaan beberapa jenis burung dengan karakteristik yang beragam. Jenis burung yang ditemukan terdiri dari burung yang berasosiasi dengan lingkungan pesisir, kawasan terbuka, vegetasi, maupun perairan. Keanekaragaman tersebut dapat menjadi salah satu potensi yang mendukung pengembangan wisata berbasis alam di Pantai Equator. Kegiatan bird watching dapat menjadi aktivitas wisata yang menggabungkan rekreasi, pengamatan satwa, fotografi, dan edukasi mengenai keanekaragaman hayati. Data hasil identifikasi ini merupakan data awal mengenai jenis burung yang berhasil dijumpai selama kegiatan pengamatan di kawasan Pantai Equator. Data tersebut dapat menjadi bahan informasi bagi masyarakat dan pengunjung yang ingin mengenal keanekaragaman burung di kawasan tersebut.
Berdasarkan hasil pengamatan di Pantai Equator, Desa Siweli, ditemukan enam jenis/kelompok burung, yaitu kekep babi (Artamus leucorynchus), cekakak sungai (Todiramphus chloris), cangak merah (Ardea purpurea), burung-madu sriganti (Cinnyris jugularis), dan kacamata laut (Zosterops chloris). Keberadaan jenis-jenis tersebut menunjukkan bahwa Pantai Equator tidak hanya memiliki potensi wisata dari sisi keindahan pesisir, tetapi juga memiliki potensi keanekaragaman hayati yang dapat diperkenalkan kepada pengunjung.
DAFTAR PUSTAKA
Iwanda, R., Parikesit, D. W., Kenria, N. D., & Rinaldi, D. (2019). Distribusi dan aktivitas harian burung madu sriganti dan burung madu kelapa di Kampus Dramaga, Bogor. Jurnal Silva Tropika.
Romansah, N., Soendjoto, M. A., Suyanto, & Triwibowo, D. (2018). Jenis pakan dan ketinggian tempat-makan burung di area reklamasi dan revegetasi PT Adaro Indonesia, Kalimantan Selatan. Jurnal Sylva Scienteae, 1(2), 143–149. https://doi.org/10.20527/jss.v1i2.478
Wulan, C., Aulia, M. F. P., & Khabibi, J. (2023). Identifikasi spesies burung di Hutan Rawa Bento Kawasan Taman Nasional Kerinci Seblat. Jurnal Silva Tropika, 7(2), 104–117. https://doi.org/10.22437/jurnalsilvatropika.v7i2.31581
Bagikan:

Desa Siweli
Kecamatan Balaesang
Kabupaten Donggala
Provinsi Sulawesi Tengah
© 2026 Powered by PT Digital Desa Indonesia
Pengaduan
0
Kunjungan
Hari Ini